ArtikelHacker

IDENTIFIKASI HACKER

hacker

Menurut Marc Rogers, Hacker dapat di-identifikasi  atas:

[1]. Old School Hackers
Kelompok  tertua  sekaligus  pionir  dari  mitologi  Hacker.
Mereka  adalah  sekelompok  anak  muda  ‘Techno  Nerd’  yang
berasal  dari  MIT  atau  Stanford University. Mereka begitu
menikmati  pemprograman  dan  analisa  sistem tanpa tertarik
kepada pengerusakan sistem dan pencurian data.

[2]. Script Kiddies atau Cyber Punks
Kelompok ini biasanya lebih muda. Mereka berusia 12-30 tahun
dan   kebanyakan   masih   berada  dibangku  sekolah.  Bosan
terhadap  sekolah,  namun  mereka mempunyai pengetahuan yang
luas  tentang  teknologi.  Mereka mengambil script/eksploits
lalu  menggunakannya  untuk  menghancurkan  sistem  sebanyak
mungkin yang dapat dilakukannya.

[3]. Profesional kriminal atau CRACKERS
Kelompok   ini  memiliki  kemampuan  komputer  yang  sangat
tinggi, namun memiliki sifat naluri pengerusakan yang besar.
Mereka   biasanya  dibayar  oleh  sebuah  perusahaan  untuk
menjatuhkan lawan bisnisnya.

[4]. Coder/Virus Writer
Bakat  alamiah  seorang  programmer.  Mereka mampu melakukan
Coding  setiap  hari,  serta  menemukan kelemahannya. Mereka
tertarik dengan sebuah kehidupan artifisial. Membuat sesuatu
yang   ‘hidup’  dalam  komputer.  Mencobanya  dalam  sebuah
laboratorium   virus  komputer  yang  disebut  ‘ZOO’,  lalu
melepaskannya di dunia liar (baca: Internet)

HACKER AND CRACKER

Di  sisi  lain dunia Hacker. Terdapat pula sekumpulan ahli komputer
bawah  tanah, ‘Techno  Junkies’,  atau  yang  lebih  dikenal sebagai
CRACKER.

Cracker   adalah  sisi  gelap  dari  Hacker.  Mereka    mengggunakan
kemampuan  mereka  untuk  mendapatkan  akses  ke dalam komputer/data
bank  dan data-data rahasia. Pada dasarnya mereka adalah orang-orang
pintar,  kepandaian  mereka  dalam  ilmu  komputer  menyamai -bahkan
lebih-  dari Hacker, namun sayang ilmu mereka dimanfaatkan untuk hal
yang tidak berguna.

Dari  sini  bisa  kita  tarik  kesimpulan bahwa, ada  jurang pemisah
antara  Hacker  dengan  Cracker.  Keduanya adalah relevan tapi tidak
sama.  Keduanya tetaplah aktifis elektronik, namun berjalan di jalan
yang berbeda.

Bagi Hacker, mereka biasanya sedikit enggan untuk berhubungan dengan
Cracker. Cracker sudah seharusnya keluar dari ‘Play Pen’ (box tempat
bayi  bermain)  dan  mulai  untuk  menanggapi komputer secara serius
bukan sekedar bermain (baca: bereksperimen)

PANGGUNG PERHACKINGAN

Jika   kita   melangkah  lebih  dalam,   mengenal  dan  bukan  hanya
mengetahui,  kita  akan  menemui  sebuah  sub-kultural  dalam  dunia
Hacking.  Secara elektronis, Hacker-Hacker seluruh dunia berhubungan
baik  itu  melalui  IRC,  Messengger  dan E-mail. Dan dalam menjalin
hubungan  yang  baik  antar  sesama Hacker dibentuklah sebuah aturan
main/kode etik.

KODE ETIK HACKER

Satu-persatu   komunitas   kecil   terbentuk,  mereka  tidak  hanya
berhubungan  melalui BBS (baca: Mail Box), namun pertemuan-pertemuan
‘nyata’  mulai  dilakukan.  Dan  untuk menegaskan eksistensi mereka,
dikenallah   sebuah  Manifesto  atau  lebih  dikenal  sebagai  ‘THE
CONSCIENCE   OF  HACKER’.  Pertama  sekali  dirilis  dalam  majalah
elektronik  (e-zine)  Phreak-Hack  (PHRACK),  yang ditulis oleh ‘The
Mentor’

THE CONSCIENCE OF HACKER

Ini adalah dunia kami sekarang

Dunia-nya elektron dan switch
dan keindahan sebuah baud.

Kami  ada tanpa paham kebangsaan, perbedaan warna kulit, atau
prasangka keagamaan.

Anda  memproklamirkan  perang,  membunuh, dan berlaku curang,
dan  membohongi  kami serta meyakinkan bahwa ini adalah untuk
kebaikan kami, namun tetap saja kami disebut kriminal.

Ya … saya adalah seorang kriminal.

Kejahatan saya adalah rasa ingin tahu.
Kejahatan saya adalah LEBIH PINTAR dari  kalian, sesuatu yang
tidak pernah kalian harapkan.

Saya adalah seorang HACKER, dan ini adalah MANIFESTO-ku

Kalian  bisa  menghentikan saya, tapi tidak akan pernah dapat
menghentikan kami semua. …

KOMUNITAS CYBER

Seperti    halnya   kehidupan   nyata,   masyarakat   cyber   juga
membentuk-komunitas  berdasarkan  mood  dan  persamaan ide. Beberapa
diantaranya  berdasarkan  daerah/region.  Komunitas  Hacker  tumbuh
seirama  dengan  komunitas  cyber lainnya. Sebagai sebuah komunitas,
komunitas  Hacker  terdiri atas ‘tetua’ beserta anggota-anggota nya.
Kmunitas  Hacker,  biasanya tidak memiliki pemimpin dan tidak begitu
menghargai  pemimpin.  Mereka  percaya  semua  bentuk  ‘penguasaan’
tidaklah baik. Namun dari pada itu, komunitas Hacker mengenal tetua,
‘kepala suku’, atau seseorang yang ditinggikan setingkat namun tidak
dianggap pemimpin.

Pada    dasarnya,  tidak  baik  memiliki  penguasa  (jika  pemimpin
diartikan  begitu). Dan Hacker tidak percaya dengan penguasa, dimana
setiap  individu  menjadi  penguasa  atas  dirinya  sendiri.

Dalam komunitas,tidak mungkin kita hidup tanpa peraturan, juga tanpa
pemimpin,  Hacker  juga  menyadari  itu.  Untuk  itulah ‘tetua’ atau
‘kepala  suku’,  ‘elite’,  atau  ‘DEMIGOD’.  Mereka  ditinggikan dan
didengar  pendapatnya  (untuk kemajuan bersama), namun tidak seperti
pemimpin  didunia  nyata,  para  tetua  tidak  sepantasnya dihormati
secara  berlebihan.  Mereka dihargai karena reputasinya, dedikasinya
bukan  karena  ia  adalah seorang tetua.

Hacker  berkumpul  dan berkomunikasi secara elektronis melalui media
Mailing  List, atau diskusi IRC. Namun tidak jarang komunitas Hacker
sejati  dikotori  oleh  para  LAMER  (Istilah untuk orang yang tidak
memiliki kemampuan Hacking, terlalu sombong dan membanggakan dirinya
melalui IRC channel).

Komunitas pada saat sekarang ini sudah sangat buruk. Menurut seorang
rekan dari USA yang saya hubungi mengutarakan “Hacking Scene is just
bunch  of  small penis loosers”. Ya, ada benarnya. Jika kita melihat
realita  sekarang ini ‘Para Hacker’ hanyalah sekelompok anak sekolah
yang  pandai  mengunakan script, tanpa mau tahu bagaimana script itu
bekerja.  Memang  mereka  adalah  bagian  dari komunitas, namun jika
mereka  tidak mau belajar, mereka tidak akan lebih hebat dari ‘Small
Penis Loosers’.

Lain   dari   pada   itu,  masih tersisa sekelompok anak muda serius
yang  secara  bertahap  belajar  dan  meningkatkan kemampuan mereka,
hingga  menjadi  Hacker Sejati.

Main  stream dunia hacker itu sekarang telah  jauh  berubah,  mereka
mulai  menghancurkan    infrastruktur  yang   telah  dirintis  oleh
pendahulunya.  Dan  yang  lebih menyedihkan lagi, mereka  itu tidak
mau  belajar  dan  menjadi pintar, sehingga selamanya menjadi orang
bodoh.

Saya yakin anda tidak ingin menjadi seperti itu !!

INGIN MENJADI HACKER

Untuk   menjadi  Hacker,  yang  diperlukan  pertama  sekali  adalah
keinginan.  Karena  yang  jadi pertanyaan bukanlah ‘Apakah saya akan
menjadi seorang Hacker ?’, tetapi ‘Apakah saya ingin menjadi seorang
Hacker  ?’.  Jika  anda  telah  memiliki  keinginan, maka anda telah
memiliki  sebuah  modal  dasar  sebagai  pijakan  anda  anda  dalam
melangkah.

Segala  sesuatu pasti dimulai dari impian, dan sudah pasti jika anda
memiliki impian, anda akan mencoba untuk merealisasikannya. Intinya,
sebelum melangkah yakinkan kalau anda telah miliki keinginan.

1.  Akses  ke  komputer atau apapun yang dapat mengajari
anda  bagaimana  dunia  bekerja  haruslah  tidak terbatas.
Selalu   acungkan   jari   tengah   dalam  setiap  bentuk
imprelialisme dan pengekangan.

2. Semua informasi haruslah gratis (bebas)

3. Jangan pernah percaya kepada OTORITAS.

4.  Hackers  -dan  siapa-pun-  haruslah  dihargai dengan
kemampuan  Hackingnya,  bukan  dikarenakan bogus kriteria,
seperti tingkatan, umur, dan posisi.

5. Kita dapat membuat keindahan dengan komputer.

6. Komputer dapat membuat hidup kita menjadi lebih baik.

7.  Seperti  lampu  ‘Aladdin’, kita dapat membuat apapun
berada dalam genggaman.

Setiap Hacker sejati haruslah selalu menjalankan kode etik, walaupun
tidak   ada  keharusan  dalam  menjalankannya.  Namun  dalam  dunia
itelektual,  melanggar  kode  etik  adalah  suatu  hal  yang  sangat
memalukan.  Ingatlah, Hacker memiliki ingatan yang baik, sekali saja
anda melanggar kode etik, maka untuk kembali dan berinteraksi dengan
komunitas dibutuhkan waktu yang sangat lama.

Berkembangnya  komputer  mini  dengan  harga yang semakin terjangkau
membuat komunitas elektronik ini meluas.

Pada  saat itu (1980-han), adalah suatu kebanggaan untuk menggunakan
komputer  bagi  remaja.  Sebagian  dari  mereka  hanya mempergunakan
komputer  untuk  bermain game. Namun sebagian diantara mereka tumbuh
menjadi Hacker sejati melalui seleksi alam.

Saat modem menjadi sebuah kebutuhan, dan BBS (Bulletin Board System)
tersebar  dimana-mana.  Sudah saatnya  untuk mengintip keluar. Dunia
virtual begitu luas. Dan komunitas kembali terbentuk.

Dalam  jangkauan  yang  lebih  luas  lagi  terminologi Hacker ‘baru’
terbentuk.  Mereka kebanyakan remaja, memili kemampuan komputer yang
tinggi, dan selalu tertarik untuk mencoba hal-hal baru.

~ by gywbrain on 25 January 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: