AIPAC, Speech Obama .. !

obama-aipac Obama telah resmi menjadi presiden AS ke-44. Fenomena Obama ini menjadi perbincangan dan diskusi yang ramai di Indonesia. Bahkan sempat dijadikan bahan debat di salah satu tv di Indonesia mengenai pro-kontra Obama. Gara-gara dulu masa kecilnya pernah di Indonesia menjadikan Obama menjadi populer di Indonesia. Benarkah Obama akan membawa perubahan untuk dunia Islam dan negara berkembang? Dalam suatu kesempatan di  AIPAC Policy Conference 4 juni 2008 (versi pdf di sini) banyak di katakan bahwa kebijakan AS secara umum akan terus mendukung Israel. Melindungi keberadaan negara Israel dan akan tetap menjaga keamanannya. Selain itu Obama mengaku terinspirasi cerita mengenai tanah yang di janjikan untuk kaum Yahudi ketika masih kecil. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kebijakan presiden Amerika Serikat selalu di pengaruhi oleh Zionis Yahudi.

Orang-orang Yahudi di AS yang hanya merupakan dua persen dari keseluruhan populasi Amerika, memiliki kekuatan dan infiltrasi yang sangat besar di negara ini. Mereka mengontrol sebagian besar media massa dan sumber keuangan di AS. Mereka menggunakan kekuatan itu untuk mengontrol pemerintah AS dan memaksa pemerintah Gedung Putih untuk mematuhi semua kehendak mereka.

Orang-orang Yahudi AS yang memiliki kekuatan besar itu tergabung dalam organisasi-organisasi lobi Zionis. Lewat organisasi-organisasi ini, orang-orang Zionis memainkan peran penting dalam menginfiltras tubuh pemerintah AS dan mempengaruhi pengambilan keputusan para pejabat Amerika, khususnya dalam masalah krisis Palestina dan Timur Tengah, termasuk juga yang berperan mendesak Amerika agar terus memberikan dukungan penuh kepada rezim Zionis.

Di antara kelompok Zionis yang paling terkenal dan berpengaruh di Amerika ialah Komite Umum Amerika-Israel, yang ringkasnya disebut AIPAC (American Israel Public Affairs Committee). Kelompok ini didirikan pada tahun 1951 dan aktivitasnya tidak begitu berkembang sehingga dekade 1970. Tetapi di sepanjang dua dekade terakhir, secara gradual AIPAC berhasil memperkuat kedudukannya di antara berbagai kelompok Zionis Amerika. Kini, organisasi ini berkembang menjadi organisasi lobi kedua terbesar di Amerika dan lobi terbesar di antara lembaga-lembaga lobi di Amerika yang memusatkan aktivitasnya untuk sebuah negara asing. Bujet AIPAC mencapai sekitar 35 juta dollar dan kantor pusatnya terletak di samping gedung Kongres Amerika.

AIPAC selama ini berhasil melakukan infiltrasi terhadap bagian-bagian penting badan pembuat keputusan politik dan ekonomi Amerika. Lembaga zionis ini bahkan dikecualikan dari kewajiban pajak serta memperoleh fasilitas khusus dari pemerintah. AIPAC memberi dukungan kepada pandangan-pandangan ekstrim di dalam tubuh rezim Zionis dan terlihat lebih berpihak kepada pandangan-pandangan Partai Likud pimpinan Ariel Sharon (perdana menteri sebelum Olmert).

Dengan kata lain, AIPAC berusaha mendapatkan dukungan dari para politikus Amerika untuk kelompok Ariel Sharon. Lembaga Zionis ini bahkan telah menciptakan atmosfer politik di AS yang tidak membolehkan adanya protes apapun terhadap rezim Zionis. Organisasi ini juga berhasil menciptakan aturan tak tertulis bahwa protes terkecil terhadap rezim Zionis adalah bentuk penghinaan kepada semua orang Yahudi dan pelakunya bisa dituduh melakukan gerakan anti yahudi atau anti semitisme.

Media massa Amerika dewasa ini umumnya berada di bawah penyensoran dan pengawasan AIPAC supaya tidak ada artikel apapun yang bertentangan dengan kebijakan Tel Aviv. Kondisi ini didukung oleh kenyataan bahwa sebagian besar jaringan media massa Amerika adalah milik orang-orang Yahudi. Itulah sebabnya kita mendapati bahwa umumnya, berita, laporan, dan film yang mereka rilis selalu berpihak kepada rezim Zionis. Sementara itu, media massa lain yang berani memprotes rezim Zionis akan mengalami dampak buruk.

Dengan adanya organisasi zionis semacam AIPAC, tidak heran bila sebagian besar rakyat Amerika tidak mengetahui hakikat sebenarnya mengenai penjajahan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina atau pelanggaran undang-undang dan peraturan internasional yang dilakukan oleh Tel Aviv. Bahkan, media massa Amerika selalu berusaha untuk menampilkan citra bahwa bangsa Palestina adalah teroris.

Anggota AIPAC amat aktif mempengaruhi senator dan para anggota Kongres Amerika. Mereka melakukan banyak pertemuan dengan anggota Kongres. AIPAC juga mengadakan pertemuan dengan para kandidat Kongres untuk menilai pandangan-pandangan mereka, lalu menjanjikan dukungan dana kepada kandidat Kongres itu bila mereka bersedia membantu melancarkan dukungan terhadap Zionis. Setiap anggota Kongres yang berhasil terpilih untuk pertama kalinya, akan diundang berkunjung ke Palestina pendudukan oleh AIPAC. Di sana, mereka akan menerima penjelasan lebih luas lagi mengenai pandangan politik Tel Aviv.

Selain itu, AIPAC juga memantau kinerja setiap anggota Kongres yang berkaitan dengan rezim Zionis dan Timur Tengah secara keseluruhan. Setiap anggota Kongres yang dinilai 95 persen menguntungkan rezim ini akan dianggap sebagai kawan. Sebaliknya, dalam pandangan AIPAC, seorang anggota Kongres atau senator yang mempunyai sikap keras terhadap orang-orang Zionis, akan dianggap sebagai lawan. Orang-orang ini bisa dipastikan tidak akan terpilih lagi pada pemilu berikutnya karena akan dijegal oleh AIPAC.

Kasus Cyntia Mac Kitty merupakan contoh terbaik dalam hal ini. Dia adalah anggota Kongres dari negara bagian Georgia yang memprotes infiltrasi rezim Zionis terhadap urusan internal Amerika. Namun dalam putaran berikutnya, Mac Kitty tidak dapat melangkah masuk kembali ke Kongres akibat jegalan AIPAC. Cara yang dilakukan AIPAC dalam hal ini adalah dengan memberi dukungan kepada rival Mac Kitty dalam pemilu.

Dalam kondisi seperti ini, tidak heran bila para anggota Kongres hampir selalu mengesahkan berbagai peraturan dan resolusi di bawah pengaruh lobi AIPAC yang semuanya adalah mendukung Tel Aviv. Sebagai contoh, di saat banyak negara dan lembaga umum, termasuk Mahkamah Internasional Den Haag, mengecam pembuatan tembok pemisah Zionis di tanah Palestina, Kongres Amerika malah mendukung langkah tidak legal itu.

Professor Joan Cool, dosen sejarah universitas Michigan dalam hal ini mengatakan, “Dalam krisis antara Arab dan Israel, AIPAC dan sebagian sekutunya bisa melakukan sensor menyeluruh terhadap Kongres. Tidak ada satupun anggota Senat atau Kongres yang berani mengeluarkan suara untuk mengkritik kebijakan Israel, termasuk dalam perkara yang jelas-jelas menunjukkan bahwa rezim Zionis telah melanggar undang-undang internasional dan resolusi dewan keamanan.

Peran AIPAC dalam pemilu kepresidenan Amerika juga sangat jelas. Peran ini sedemikian menonjol, sampai-sampai calon presiden AS sebelum pemilu terpaksa membuat pengumuman berulang kali bahwa dirinya adalah pendukung rezim Zionis. Pemilu Amerika yang lalu juga memperlihatkan bahwa John Kerry dan George W. Bush sama-sama menyatakan dukungan penuh kepada Zionis demi mendapatkan suara lebih banyak. (swara muslim.com)

~ by gywbrain on 31 January 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: